HUKUM

Senin, 23 April 2018 - 07:53 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Dewan Komisaris “Tutup Mulut” terkait Dugaan Korupsi di PTPN I Aceh

AFNEWS.CO.ID – Dewan Komisaris PTPN I (Persero) Aceh, terkesan “tutup mulut” atas berbagai dugaan korupsi yang melibatkan para petinggi dijajaran Perusahaan Milik Negara itu. Padahal, sebagai Dewan Komisaris, mereka memiliki tugas penting terutama menyangkut Pengawasan, guna menghindari terjadinya penyimpangan di PTPN I Aceh. Tapi faktanya, penyimpangan di tubuh manajemen PTPN I Aceh terus terjadi, termasuk dugaan korupsi yang sebagian kasusnya sudah dalam penanganan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

Berdasarkan keterangan kalangan internal PTPN I Aceh, Senin (23/4), menyebutkan Dewan Komisaris mulai dari Irfan Edison (Komisaris Utama), Azwar Abubakar (Komisaris), dan Ari Maulana (Komisaris), selama ini terkesan membiarkan berbagai penyimpangan yang terjadi di tubuh Perusahaan. Fungsi pengawasan sepertinya sama sekali tidak dilakukan, sehingga dengan mudah para petinggi di PTPN I Aceh melakukan korupsi. Contohnya, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Menager Kebun Baru PTPN I Aceh Hajad Darmawan, kini sudah dalam proses hukum pihak Kejati Aceh.

“Korupsi yang dilakukan Hajad Darmawan ini sepertinya di backing oleh jajaran Direksi yaitu Direktur Utama dan Direktur Operasional. Ini terlihat karena Hajad Darmawan masih tidak diberikan sangsi internal meskipun yang bersangkutan sedang di proses secara hukum oleh Kejati Aceh,’ ujar sumber di Internal PTPN I Aceh ini.

Karena itu, sumber mempertanyakan ada apa sebenarnya di jajaran Dewan Komisaris PTPN I Aceh, mengapa berbagai penyimpangan terus terjadi yang kasusnya telah diketahui publik.

Sementara itu menyangkut beberapa kasus dugaan korupsi PTPN I Aceh yang telah di tangani pihak Kejati Aceh, hingga kini masih dalam proses. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh T.Rahmadsyah, beberapa waktu mengatakan, dugaan Korupsi PTPN I Aceh kasusnya masih dibagian Intelijen dalam rangka pengumpulan data dan barang bukti.

“Belum masuk ke Bidang Pidsus kasus itu mungkin masih di Intel,” ujar T.Rahmadsyah ketika itu. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 344 kali

Baca Lainnya