ACEH

Senin, 12 Maret 2018 - 07:00 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Pemerintah RI Harus Dorong Hartawan Lain Wakafkan Hartanya di Mekkah

Dr Amiruddin Yahya Azzawy MA

AFNEWS.CO.ID – Pemerintah Republik Indonesia diminta untuk mendorong para hartawan atau milyarder di negara ini untuk ikut mewakafkan hartanya di Mekkah agar bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia yang menunaikan ibadah Haji, seperti apa yang telah dilakukan oleh Habib Bugak Al Asyi yang telah mawakafkan tanahnya di Mekkah untuk rakyat Aceh.

Hal ini dikatakan Dosen Pasca Sarjana IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Dr Amiruddin Yahya Azzawy MA, Senin (12/3), menyikapi rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia untuk investasi atau mengelola tanah wakaf Habib Bugak al-Asyi di Saudi Arabia.

“Dalam hal ini, akan lebih baik Pemerintah Pusat tidak mengelola atau investasi pada tanah wakaf tersebut. Meskipun, kita belum tahu persis detail rencana itu, baik manajemen, sistem pengelolaan dan bagi hasil dari keuntungan. Karena rencana itu masih pada level wacana,” kata Doktor Amiruddin.

Menurutnya, penolakan atas rencana Pemerintah Pusat yang akan mengambil alih pengelolaan tanah wakaf milik rakyat Aceh ini dapat dipahami. Penolakan lebih disebabkan oleh persoalan trust, sejarah dan keadilan. Faktor inilah, yang kemudian menjadi penolakan atas wacana pengelolaan, atau investasi oleh Pemerintah Pusat.

Saat ini yang harus dipikirkan oleh Pemerintah Pusat adalah merangkul atau menggalang para hartawan Indonesia agar mau membeli tanah atau investasi ditempat lainnya untuk diwakafkan seperti yang dilakukan Habib Bugak al Asyi, dan hasilnya bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

“Bukan tidak mungkin rakyat Indonesia yang sukses secara ekonomi bersedia mewakafkan hartanya bagi rakyat Indonesia itu sendiri,” ujar Amiruddin.

Karena itu, Amiruddin berharap Pemerintah Pusat lebih baik mendorong sekaligus memotivasi hartawan Indonesia untuk menjadi pewakaf (wakif) hartanya, dibandingkan rencana investasi atau mengambil alih kelola wakaf al-Asyi yang saat ini sudah berjalan dengan baik dan menguntungkan rakyat Aceh.

Sehingga, kedepan akan muncul ratusan orang bahkan lebih, seperti sosok Habib Bugak al Asyi di Indonesia. Mereka memiliki kepedulian dan cinta pada masyarakat, disamping mendapat pahala dari Allah SWT. Menurutnya, akan ada banyak hartawan yang bersedia untuk menjadi pewakaf. Pemerintah Pusat bisa berperan sebagai fasilitator dan akselarator bagi calon pewakaf di Indonesia.

“Saya kira, konsep ini akan lebih arif dan bijaksana. Dan membuka ruang bagi hartawan Indonesia untuk berbagi kebaikan dengan masyarakat Indonesia lainnya. Akhirnya, kita akan memiliki sosok seperti Habib Bugak al-Asyi bertaburan di negeri ini’, ujarnya.

Memang, konsep pengembangan itu baik dan tidak salah. Tetapi, jika tidak tepat penanganannya, bukan keuntungan yang akan diperoleh, justru sebaliknya mendapatkan kerugian yang besar. Jadi, biarkan saja apa yang sudah berjalan saat ini. Lagi pula rakyat Aceh sudah diuntungkan,” demikian Dr Amiruddin Yahya Azzawy MA. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 191 kali

Baca Lainnya