HUKUM

Senin, 12 Maret 2018 - 09:13 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Lagi…!! LSM Pertanyakan Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Rp 13,82 Milyar di Tamiang yang Diusut Kejati Aceh

Sekretaris Lembaga Tinggi Komando Pengendali Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Ri (LT KPSKN PIN RI), Irwan Saputra yang akrab disapa Wan Sarno

AFNEWS.CO.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dikabarkan mulai mempertanyakan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan Kp Bandung – Kp Paya Ketenggar Aceh Tamiang senilai Rp 13.82 M, yang kini sedang dalam proses pengusutan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Apalagi hingga kini belum diketahui sejauh mana proses pengusutan dugaan korupsi tersebut.

Sekretaris Lembaga Tinggi Komando Pengendali Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara Ri (LT KPSKN PIN RI), Irwan Saputra, Senin (12/3), mengatakan pihaknya sangat mendukung langkah langkah yang telah dilakukan tim Kejati Aceh dalam upaya pengusutan dugaan korupsi proyek senilai Rp 13,82 Milyar di Aceh Tamiang tersebut.

“Kita mendukung apa yang dilakukan tim Kejati Aceh, yang telah mengumpulkan data dan keterangan dalam upaya mengungkap kasus tersebut guna menjawab Polemik di tengah masyarakat Aceh Tamiang menyangkut pemberantasan korupsi,” kata Irwan Saputra yang akrab di sapa Wan Sarno ini.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum diharapkan tidak mengecewakan. Apalagi, selama ini banyak muncul pertanyaan ditengah masyarakat Aceh Tamiang, apakah kasus tersebut hanya sampai pada proses penyelidikan saja atau berlanjut ke ‘meja hijau”.

” Publik sedang menunggu upaya pengusutan kasus ini secara tuntas. Kami percaya Kejati Aceh mampu melakukannya. Apalagi Kejati Aceh punya komitmen yang kuat untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar. Kalau ada oknum di Kejati Aceh yang melakukan penyimpangan harus segera dihentikan. Ini demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Aceh,’ demikian ucap Wan Sarno.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Aceh T. Rahmadsyah kepada AFNEWS.CO.ID, Senin (12/3), mengatakan Tim Kejati Aceh sedang dan masih bekerja mengumpulkan data data serta keterangan berbagai pihak terkait. “Sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi penyimpangan atas proyek tersebut. Meski demikian kita akan terus bekerja,” kata T. Rahmadsyah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dikabarkan sudah meminta keterangan dari pihak PT Jasa Mandiri Nusantara (JMN) selaku kontraktor pelaksana Pembangunan Jalan Kp Bandung-Kp Paya Ketenggar Aceh Tamiang senilai Rp 13,82 Milyar, atas dugaan korupsi proyek yang dananya bersumber dari Otsus tahun 2017 itu. Selain pihak PT JMN, Kejati Aceh juga sudah memintai keterangan para pejabat di lingkungan Dinas PU Aceh Tamiang, ULP/Pokja. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 416 kali

Baca Lainnya