HUKUM

Rabu, 7 Maret 2018 - 06:07 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kepala Desa Seuneubok Bayu Aceh Timur Terancam Pidana 6 Tahun Penjar

Muslim A Gani, SH

AFNEWS.CO.ID – Kepala Desa (Geuchik) Seuneubok Bayu Kecamatan Indra Makmu Aceh Timur Latif Rahman yang baru saja terpilih, dikabarkan terancam pidana 6 tahun penjara atas kasus dugaan ijazah palsu paket B (setara SMP), yang digunakan untuk pencalonan dirinya sebagai Geuchik setempat.

Tim Kuasa Hukum warga Seuneubok Bayu Kecamatan Indra Makmu Aceh Timur Muslim A Gani SH kepada AFNEWS.CO.ID, Rabu (7/3), mengungkapkan saat mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa (Geuchik) pada tahun 2017 lalu, Latif Rahman menggunakan ijazah Paket B yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Lhokseumawe pada tanggal 21 Desember 2009 dengan nomor induk 413.

Namun setelah tim melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap asal usul terbitnya ijazah Paket B itu, ternyata diketahui ijazah Paket B dengan nomor induk 413 tersebut bukan atas nama Latif Rahman, melainkan atas nama Abdul Aziz. Sehingga, tim kuasa hukum dalam perkara Pemilihan Geuchik Seuneubok Bayu ini menyimpulkan bahwa ijazah paket B yang digunakan Latif Rahman adalah palsu.

“Kita sudah periksa semua berkasnya di tempat dikeluarkannya ijazah tersebut. Memang benar ijazah itu ada dikeluarkan tapi bukan atas nama Latif Rahman,” ujar Muslim A Gani.

Terkait hal ini, Muslim A Gani melanjutkan, Latif Rahman terindikasi melakukan tindak pidana pemalsuan surat yang ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang bunyinya: (1) Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun, demikian Muslim A Gani. (ZAL)

Artikel ini telah dibaca 532 kali

Baca Lainnya