HUKUM

Selasa, 13 Februari 2018 - 09:35 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Tamiang Dipanggil Kejati Aceh Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Jalan Rp 13,82 Milyar

AFNEWS.CO.ID. – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh melalui suratnya Nomor : B-21/N.1.5/Fd.1/02/2018 tanggal 8 Februari 2018, memanggil Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Aceh Tamiang tahun 2017 yaitu Fahruddin ST, untuk dimintai keterangannya terkait dugaan korupsi dan kolusi proyek lanjutan pembangunan jalan yang menghubungkan Kp Bandung – Kp Paya Ketenggar Aceh Tamiang senilai Rp 13,82 Milyar.

Dalam surat panggilan yang ditandatangani oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh T.Rahmadsyah ini, disebutkan bahwa Fahruddin ST diminta untuk datang menghadap Kasi Penyidikan Kejati Aceh pada Selasa, (13/2), pukul 09.00 Wib di ruangan Penyidik.

Dalam hal ini Fahruddin akan dimintai keterangannya oleh penyidik dan juga diminta agar yang bersangkutan membawa berkas serta dokumen-dokumen penting. Dokumen yang dimaksud adalah dokumen terkait dugaan korupsi proyek lanjutan pembangunan jalan Kp Bandung-Kp Paya Ketenggar Aceh Tamiang senilai Rp 13,82 Milyar.

“Panggilan terhadap Fahruddin adalah berdasarkan surat perintah penyelidikan yang dikeluarkan Kajati Aceh, ” tulis T.Rahmatsyah.

Sampai dengan berita ini diturunkan, AFNEWS.CO.ID belum memperoleh konfirmasi apakah Fahruddin ST sudah memenuhi panggilan dari Penyidik Kejati Aceh tersebut atau tidak.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Proyek  pekerjaan pembangunan  lanjutan jalan yang menghubungkan Kampung Bandung – Paya Ketenggar Aceh Tamiang  senilai Rp 13,82 Milyar, yang bersumber dari dana DAK APBK Aceh Tamiang tahun 2017, dikabarkan berbau kolusi. Dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Jasa Mandiri Nusantara selaku perusahaan pemenang lelang, sejumlah pejabat utama di Aceh Tamiang  disebut-sebut  telah menerima aliran dana dalam bentuk sukses fee yang nilainya mencapai Rp 1,5 Milyar lebih.

Meskipun secara hukum belum bisa dibuktikan para pejabat utama Aceh Tamiang tersebut menerima “suap” dari Perusahaan yang memenangi tender, tapi volume dan kualitas pekerjaan pembangunan jalan yang telah selesai dikerjakan PT Jasa Mandiri Nusantara itu pada tahun 2017 lalu,  sangat diragukan.

Dari data yang diperoleh Wartawan, pelelangan paket pekerjaan pembangunan jalan itu diikuti  oleh 33 perusahaaan. Dari seluruh peserta, enam perusahaan masuk nominasi. Mereka adalah PT Traya Anggun Permai dengan nilai penawaran Rp 11.380.000.000 dari Pagu anggaran sebesar Rp 13.820.401.000. Selanjutnya PT Langsa Indah Lestari dengan penawaran Rp 12.171.824.000, PT Sepakat Jaya Nusantara Rp 13.620.297.000, PT Cipta Karsa Buana Rp 13.640.332.000, PT Jasa Mandiri Nusantara Rp 13.800.000.000, serta PT Tanjung Harapan dengan nilai penawaran Rp 13.816.844.000. Dari enam Perusahaaan yang masuk nominasi, panitia lelang dengan berbagai alasan akhirnya menetapkan PT Jasa Mandiri Nusantara sebagai pemenang lelang yang nilai penawarannya Rp 13.800.000.000.(ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 275 kali

Baca Lainnya