HUKUM

Senin, 19 Februari 2018 - 09:54 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kejati Aceh Sudah Ambil Keterangan PT JMN Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Rp 13,82 Milyar di Tamiang

AFNEWS.CO.ID – Tim penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dikabarkan sudah meminta keterangan dari pihak PT Jasa Mandiri Nusantara (JMN) selaku kontraktor pelaksana Pembangunan Jalan Kp Bandung-Kp Paya Ketenggar Aceh Tamiang senilai Rp 13,82 Milyar, atas dugaan korupsi proyek yang dananya bersumber dari Otsus tahun 2017 itu. “Sudah kita panggil dan kita mintai keterangan beberapa pihak yang terkait dalam kasus ini, termasuk perusahaan pelaksana kegiatannya,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Aceh T.Rahmadsyah, Senin (19/2).

Dikatakan T.Rahmadsyah, Tim penyelidik Kejati Aceh telah menindaklanjuti dugaan korupsi proyek pembangunan jalan Kp Bandung-Kp Paya Ketenggar Rp 13,82 Milyar. Tahapan yang sedang dijalankan saat ini adalah memintai keterangan beberapa pihak yang terkait. Diantara para pihak yang sudah dipanggil dan sudah dimintai keterangannya adalah para pejabat di lingkungan Dinas PU Aceh Tamiang, ULP/Pokja, Perusahaan Pelaksana Kegiatan, dan beberapa orang lainnya. ‘ selain perusahaan PT JMN dan mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Tamiang, Siapa-siapa nama yang telah kita minta keterangan, nanti saya tanyakan lagi ke Tim Penyelidik,” kata T.Rahmadsyah yang pernah bertugas di Kejari Langsa ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Aceh terutama menyangkut pemberantasan korupsi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dituntut untuk mampu mengusut secara tuntas kasus dugaan korupsi pembangunan jalan di Aceh Tamiang senilai Rp 13,82 Milyar.

Apalagi pasca dipanggilnya mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Aceh Tamiang Fahruddin ST oleh pihak Kejaksaan Tinggi Aceh beberapa hari lalu, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan Kp Bandung-Kp Paya Ketenggar Aceh Tamiang senilai Rp 13,82 Milyar ini semakin mengundang perhatian publik. Banyak pihak menaruh harapan besar terhadap Kejati Aceh, agar bisa mengusut tuntas kasus tersebut dan tidak macet di tengah jalan. (ZAL)

Artikel ini telah dibaca 407 kali

Baca Lainnya