ACEH

Senin, 5 Februari 2018 - 08:47 WIB

1 tahun yang lalu

logo

APDESI Kota Langsa Tolak Keberadaan LGBT di Aceh

Teks foto : Ketua APDESI Kota Langsa HM Yusuf Rani didamping beberapa Geuchik se-Kota Langsa memberikan pernyataan menolak LGBT di Aceh.

AFNEWS.CO.ID – DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kota Langsa menolak keberadaaan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) di Provinsi Aceh khususnya di Kota Langsa. Karena keberadaan LGBT telah melanggar norma-norma di tengah masyarakat Aceh dan tidak dibenarkan dalam Islam.

Ketua DPC APDESI Kota Langsa HM Yusuf Rani didamping Sekretarisnya M Yahya Husein dan Wakil Ketua Abdul Manaf kepada AFNEWS.CO.ID, Senin (5/2), mengatakan keberadaan LGBT di Aceh terutama di Kota Langsa akhir-akhir ini telah meresahkan masyarakat. Meskipun aktifitas mereka yang menyimpang berjalan secara diam-diam, namun “baunya” sudah tercium oleh masyarakat. Kondisi ini tentunya tidak boleh dibiarkan dan APDESI Kota Langsa selaku wadah para Geuchik (Kepala Desa), merasa perlu mengambil sikap dalam melihat fenomena tersebut.

“Kami para Geuchik sebagai Kota Langsa dengan tegas menolak keberadaan LGBT di Aceh khususnya di Kota Langsa. Karena LGBT tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat Aceh,” ujar HM Yusuf Rani.

Dikatakannya, tindakan Kapolres Aceh Utara yang telah mengamankan 12 waria beberapa waktu yang lalu untuk kemudian dilakukan pembinaan agar kembali menjadi pria sejati, patut mendapatkan apresiasi. Langkah seperti yang dilakukan oleh Kapolres Aceh Utara itu hendaknya dapat di lakukan di daerah lain dalam wilayah Aceh guna mengantisipasi perilaku menyimpang dari LGBT, kata Geuchik Gampong Paya Bujok Tunong ini.

Dilanjutkan, para Geuchik se-Kota Langsa telah sepakat untuk memonitor keberadaan LGBT di Langsa dan bila kedapatan perilakunya yang menyimpang, maka akan diberikan pembinaan juga.

“Keberadaan LGBT di Aceh lebih banyak mendatangkan mudharat nya dan hal ini sama sekali tidak dibenarkan. Mudah-mudahan pelaku LGBT segera berubah menjadi pribadi yang sesuai dengan norma yang berlaku ditengah masyarakat Aceh,” demikian dikatakan HM Yusuf Rani dan dibenarkan oleh Abdul Manaf yang juga menjabat sebagai Geuchik Gampong Paya Bukik Beuramo Kecamatan Langsa Barat. (ZAL)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 199 kali

Baca Lainnya