ACEH

Senin, 12 Februari 2018 - 05:39 WIB

2 tahun yang lalu

logo

APBA 2018 Lamban, Ekonomi Rakyat Aceh Makin Terjepit

Ilustrasi

AFNEWS.CO.ID – Lambannya pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2018, telah menyebabkan ekonomi rakyat Aceh semakin terjepit. Hal ini mengingat hampir seluruh sendi-sendi ekonomi rakyat Aceh masih sangat tergantung dari dana APBA.

Apalagi sektor swasta yang seharusnya memberi kontribusi besar dalam mendongkrak ekonomi rakyat, belum bisa berjalan di Aceh disebabkan banyak faktor.

Berdasarkan pantauan Wartawan dibeberapa daerah dalam wilayah Aceh, tingkat kesejahteraan rakyat mengalami penurunan drastis sejak belum berjalannya APBA tahun 2018. Hal ini terlihat dari tingkat pendapatan warga dan perputaran uang dikalangan masyarakat itu sendiri.

Khusus di Kota Langsa, kecuali sebagian kecil warung kopi (coffee) yang masih ‘berdenyut“, usaha dagang warga lainnya mengalami stagnasi, daya beli masyarakat sangat lemah. Ini disebabkan minimnya pendapatan warga.

Apalagi perputaran uang di Kota Langsa dominasinya hanya bertumpu dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja. Pun demikian, putaran uang dari PNS juga tidak maksimal mengingat separuh lebih PNS di Kota Langsa gajinya terikat kredit bank. Belum lagi tunggakan kredit lainnya yang harus dicicil pada lembaga pembiayaan finance yang menjamur di Langsa. Sehingga, putaran uang yang bersumber dari para gaji PNS tidak memberikan kontribusi yang baik bagi peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Di sisi lain, sektor swasta yang sebenarnya berpotensi dapat mendongkrak ekonomi rakyat, melalui meningkatkan serapan pekerja, tidak berjalan di Aceh khususnya di Kota Langsa, serta tidak diketahui penyebabnya. Sehingga, kondisi ekonomi masyarakat semakin terjepit, apalagi APBA 2018 yang merupakan satu-satunya serapan anggaran yang dibutuhkan oleh rakyat, masih macet dan belum berjalan.

Direktur Eksekutif LSM TOPAN RI Langsa Chaidir Hasballah, Senin (12/2), mengatakan ketergantungan rakyat Aceh terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2018 sangat tinggi dan ini harus menjadi perhatian serius bagi para pemimpin di Aceh. Karena kesusksesan seorang pemimpin bukanlah terlihat seberapa banyak pembangunan infrastruktur yang telah di laksanakan. Tapi sejatinya tolak ukur keberhasilan pemimpin itu adalah sejauh mana mampu memberikan kesejahteraan terhadap rakyat nya, kata Chaidir.

Menurutnya, saat ini kondisi ekonomi rakyat nyaris terjepit dan membutuhkan peran besar dari pemerintah. Semakin lama APBA tahun 2018 disahkan dan dijalankan, maka semakin menderita rakyat Aceh .

“Jadi kita minta para pemimpin kita untuk benar-benar bekerja dengan baik dan lebih fokus terhadap kepentingan rakyat banyak,” demikian Chaidir Hasballah. (ZAL)

 

Artikel ini telah dibaca 213 kali

Baca Lainnya