DUNIA Videos

Rabu, 31 Januari 2018 - 11:23 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kapal Feri Tenggelam di Kiribati Bawa 80 Penumpang

AFNEWS.CO.ID – Kapal feri yang berangkat dari pelabuhan di pulau Nonouti, Kiribati dan tenggelam di Samudera Pasifik dilaporkan membawa sedikitnya 80 penumpang.

Informasi awal menyebut jumlah penumpang sebanyak 50 orang, namun kini otoritas Kiribati telah mengkonfirmasi jumlah penumpang di kapal tersebut sebanyak 80 orang ditambah lima kru.

Demikian pernyataan dari Pusat Koordinasi Penyelamatan Selandia Baru dikutip AFP, Rabu (31/1/2018).

Kapal feri MV Butiraoi tersebut berangkat pada 18 Januari lalu untuk kembali ke pelabuhan ibu kota Kiribati, South Tarawa dalam pelayaran yang menempuh jarak 239 kilometer.

Pelayaran tersebut seharusnya hanya memakan waktu dua hari, namun hingga Jumat (26/1/2018) saat tim penyelamat menerima laporan, kapal tersebut belum ditemukan.

Tim penyelamat baru menemukan tujuh penumpang selamat di atas sebuah perahu penyelamat pada Minggu (28/1/2018).

Operasi gabungan oleh beberapa negara telah dilakukan untuk mencari korban selamat lainnya maupun lokasi tenggelamnya kapal.

Empat pesawat dari Selandia Baru, Australia dan juga AS telah dikirim menyusuri wilayah pencarian yang sangat luas.

Operasi pencarian saat ini difokuskan untuk menemukan perahu penyelamat lain yang kemungkinan digunakan para penumpang untuk menyelamat diri saat kapal feri tenggelam.

“Perahu penyelamat yang ada di kapal feri tersebut dirancang mampu membawa hingga 25 penumpang,” tambah keterangan dari Pusat Koordinasi Penyelamatan.

Mantan perdana menteri Kiribati Ieremia Tabai, mengatakan pemerintah seharusnya bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Pihaknya juga mempertanyakan alasan mengapa informasi hilangnya kapal baru didapat setelah delapan hari sejak keberangkatan kapal.

“Harus dilakukan penyelidikan oleh komisi independen. Kita perlu tahu mengapa insiden ini bisa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab,” kata Tabai.

Kabar yang beredar menyebutkan kapal sedang dalam perbaikan poros baling-baling saat diberangkatkan. Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab tenggelamnya kapal.

“Pemerintah harus bertanggung jawab karena tidak dapat memastikan keamanan dan keselamatan penumpang. Mereka seharusnya memastikan kapal layak berlayar atau tidak,” tambah Tabai. (kps)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 257 kali

Baca Lainnya